[Chapter 08 : The Grieveyard]

Sudah lewat dua puluh menit Aika berjalan bersama Loyd dan Carissa. Perbatasan area kuning dan biru yang berupa dua buah tiang batu seperti gerbang kuil-kuil lama sudah terlewati. Perlahan langit yang memayungi ketiganya berubah dari terang benderang menjadi gelap dan suram dihiasi awan mendung. Rumput ilalang keemasan yang awalnya menjadi alas mereka berjalan setelah turun … More [Chapter 08 : The Grieveyard]

[Chapter 04 : Kisah Sang Manusia Naga]

“Kalau begitu, biarkan aku berbagi sebuah cerita menarik pada kalian.” Dengan senyum lebar, sang manusia naga duduk menghadap Aika dan sang penggembala. Terlihat sekali bagaimana ia sangat ingin menyampaikan kisahnya pada dua figur asing di hadapannya. Ditemani beberapa gelas sirup dari Tavern dan beberapa petualang serta ksatria berbaju besi lainnya, ia memulai kisahnya dengan beberapa … More [Chapter 04 : Kisah Sang Manusia Naga]

[Chapter 03 : Menuju Redland]

  “Baiklah, jadi… intinya kamu adalah manusia atau apalah itu yang tiba-tiba jatuh dari langit? Kau jatuh dan mendarat di atas salah satu ternakku, lalu mendarat di sini tanpa tahu apapun, benar?” Alis sang penggembala bertaut. Sudah 15 menit Aika menceritakan asal-usulnya secara panjang lebar pada sang pemuda bermata heterokromik itu. Dari penjelasan soal manusia … More [Chapter 03 : Menuju Redland]